Filosofi ngopi

Mau ngopi pake filosofi dulu 🙂

Secangkir-KOPI

《PETUAH KOPI》
*Kyai :* Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.
*Santri :* Baik, kyai.

Tidak berapa lama, sang santri sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya  beserta sendok kecil.

*Kyai :* Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?
*Santri :* rasanya sangat pahit sekali kyai
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* sangat manis sekali, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* Terlalu manis. Malah tidak enak, kyai.
*Kyai :* Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?
*Santri :* rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, kyai.
*Kyai :* Ketahuilah nak…pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah…jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?

Sejenak sang santri termenung, lalu menjawab.

*Santri :* Ya kyai, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup seperlunya, tidak melampaui batas. Terimakasih  atas pelajaran ini, kyai.
*Kyai :* Ayo santriku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.

Sang santri lalu mengerjakan perintah kyai.

*Kyai :* Bagaimana rasanya?
*Santri :* rasanya nikmat, kyai…
*Kyai :* Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan org2 yang kekurangan.
*Santri :* Terima kasih atas petuahnya, kyai.

*Selamat Ngopi*

Belajar menghargai usaha keras orang lain

Tulisan yang bagus hasil copy paste dari wall orang lain. Belajar menghargai agar doa orang lain adalah yang baik-baik  untuk kita. 🙂

Tadi pagi, diantara beceknya pasar tradisional, aku mengantri untuk dilayani, di tukang ikan.

“mahal amat, kurangi deh, ikan kayak gini, udah nggak segar,” tawar ibu berambut hasil rebonding itu.
“25ribu itu udah pas Bu, karna udah siang, kalo pagi, nggak kurang dari 30ribu,” jawab ibu penjual ikan.
“Ahhh 20ribu kalo mau, udah sisa-sisa jelek begini kok,” tawar si ibu rebonding.

Mata tua penjual ikan mengerjap pelan, mata tua yang selalu mengundang iba, menatap dagangannya. Masih bertumpuk. Hari mulai beranjak siang. Sebuah anggukan ia berikan. Menyerah pada keadaan. Hidup, tak memberinya banyak pilihan. Dan tangan tua keriput itu mulai menyisik ikan. Ujung jari melepuh terlalu lama terkena air. Beberapa luka di jari tertusuk tajamnya duri ikan, cukuplah sebagai bukti, bahwa kehidupannya bukanlah kehidupan manis bertabur mawar melati.

Dunia, kenapa kita sedemikian kejam pada orang yang lemah ? Mengapa di sebagian semesta diri, kita begitu puas jika berhasil memenangkan penawaran pada orang orang yang sudah terseok-seok mencari makan ?
Apa yang kita dapat dari hasil menawar ? 3 atau 5 ribu?
Akan kaya kah kita dgn uang segitu? TIDAK.

Uang mungkin terkumpul, tapi keberkahan hidup nggak akan didapat. Bisa jadi, saat memasak, lupa, lalu gosong dan terbuang, kerugiannya lebih dari 5 ribu. Atau bisa jadi, saat masakan udah matang, anak anak malah kehilangan selera makan, dan minta dibelikan ketoprak atau apalah, sehingga uang yang 5 ribu tadi abis juga, capek memasak nggak dihargai oleh anggota keluarga.

Apalagi menawar dengan bahasa yg tidak baik. “ikan kayak gini, udah nggak segar, ikan kayak gini, sisa-sisa udah jelek begini,” Omongan adalah doa. Setelah deal membeli, bisa jadi ikan itu memang membawa pemakannya menjadi tidak segar, atau ikan itu membawa kejelekan bagi pemakannya. Hati hati dengan lisanmu, doa seseorang menggetarkan langit, kalimat yg burukpun bisa menggetarkan langit.

Aku belakangan ini mencoba konsisten menerapkan untuk tidak pernah menawar pedagang kecil. Dengan menulis ini, saya bukannya tidak paham dengan konsekuensi, akan banyak yg menilai “ahh amal baik kok di publikasikan, riya’, nggak dapat pahala,” Baik, soal pahala atau tidak, biarlah menjadi urusan Allah. Kalau karena menuliskan hal ini, aku dianggap riya, lantas kehilangan pahala atas hal itu, aku ikhlas. Hanya berharap, semoga tulisan ini mampu membelai banyak hati yang lain, kemudian menjadi konsisten untuk tidak pernah lagi menawar ke pedagang kecil.

Mari kita mulai, membangun perekonomian pedagang kecil. Saat kita masih meringkuk di kamar ber AC, jam 3 dini hari, kala tubuh masih dibalut oleh selimut wangi dan jiwa dibuai mimpi, ibu tua pedagang ikan itu sudah berkubang dengan aroma ikan, mengangkat ikan berbaskom baskom, menyentuh es batu, mengeluarkan isi perut ikan, dll. Sungguh bukan kehidupan yang gampang.
Apa ruginya kalau kita melebihkan bayaran, atau minimal, tidak menawar atas harga yg telah dia tetapkan.

Dalam hidup, aku merasakan, selalu di beri kejutan kejutan oleh Allah, Sang Pemilik seluruh kerajaan. Dalam 3 hari ini, Karena sibuk kerja, menulis, menjaga anak–anak, aku nggak sempat upload foto gamis jualanku, namun seseorang tetap membeli 3 potong gamis yg dulu pernah aku upload, transaksi 1.620.000. Aku dapat untung 120 ribu. Alhamdulillaah. Tapi Allaah melimpahkan cintaNya dengan menggerakkan hati si pembeli gamis untuk mentransfer lebih. yg dia transfer 2.2 juta. Untung 120ribu berubah menjadi 700 ribu.

Tadi pagi, pembeli buku dari banjar masin, mentransfer 300 ribu, seharusnya hanya 121 ribu. Lagi lagi, Allaah mengirim sayang-Nya dengan cara tak terduga.
Apakah rejeki hebat ini buah dari doa-doaku ? Belum tentu.

Ini bisa jadi, adalah doa dari ibu si tukang ikan, atau bapak penjual tahu, atau ibu tukang giling bumbu, atau bapak tua penjual pisang,dll yang pernah bertransaksi jual beli dengan ku. Saat kita tak menawar, mereka ikhlas bilang “terima kasih”. “terima” dan “kasih”. Mereka menerima. Lalu malaikat menerbangkan doa mereka, mengetuk pintu langit, dan kita kelimpahan “kasih-Nya”.

Bukankah sudah jelas, tak ada sekat antara dhuafa dengan Rabb-nya, bahwa doa kaum dhuafa, doa orang yg papa, adalah doa yang mampu mengetuk pintu langit.
Lantas kenapa kita mampu memberi kado pada teman yg melahirkan seharga ratusan ribu, atau membelikan kado ulang taun ratusan ribu pada anak teman yg merayakan ulang taun di mall, bukankah mereka sudah kaya, kado kado ratusan ribu itu mereka bisa membeli sendiri.

Sementara kita begitu berhitung pada mereka yg telah menggadaikan jam tidur dan tenaga, mereka yang terseret seret oleh arus nasib kejamnya jaman untuk sekedar mencari uang sebagai bekal pelanjut hidup.

Aku sangat yakin pada seluruh ajaran dalam nilai yang aku imani. Ketika kita memudahkan urusan orang, Allaah akan memudahkan urusan kita. Ketika kita memberi satu, Allaah akan membalas ratusan kali lipat. Balasan rejeki tak hanya dalam bentuk materi yg terukur. Bisa dalam bentuk hati yg selalu gembira. Meski sederhana, tapi hati nggak pernah gundah. Nggak pernah grasak grusuk cemas panik sampai menyerobot rejeki orang. Meski pas pasan, tapi makan enak, tidur sealu nyenyak, itu adalah rejeki yang tak terbilang harganya.

Buktikan saja. Jangan sesekali menawar pedagang kecil. Selalu mudahkan urusan orang lain. Jangan abiskan waktu untuk tawar menawar sampai alot, simpan waktu dan tenagamu untuk hal-hal yg lebih bermanfaat. Waktu buat tawar menawar dipangkas, jadikan itu waktu untuk bersujud di kala dhuha, atau untuk membaca alquran agar tentram jiwa dan raga.
Soal rejeki, kejarlah dengan cara yg baik. Serahkan hasilnya hanya pada Allaah semata.

Soal menghemat, bukan dengan cara menawar keras pedagang kecil, jangan ditawar, maka Allaah akan aktif mengisi ‘tabungan’ kita. Dan kita akan dibuat takjub oleh cara ‘tangan’ Allah bekerja. Akan banyak kejutan cinta dari Yang Kuasa.
yakin seyakin yakinnya, karena Allah, tak pernah sekalipun ingkar janji..
( tp berusaha luruskan niat ya. Urusan reward dan pahala biar jd urusan Allah)

Selamat Hari Pahlawan 10 November

Hari ini tanggal sepuluh november dua ribu enam belas merupakan hari pahlawan yang selalu diperingati oleh bangsa Indonesia. Terima kasih kepada para pahlawanku, jasamu tak terhingga untuk negeri ini. Semoga kami dapat meneruskan cita-cita negeri ini untuk menjadi bangsa yang besar, maju, sejahtera, adil, dan damai bagi rakyatnya.

Jakarta, 10/11/2016

Empat masalah & solusinya

Kali ini menyadur sebuah tulisan di grup wa untuk pengingat kita cara menyelesaikan empat masalah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

١/ إذا ابتُليت بالشهوات فراجع حفاظك على الصلوات

  • Jika kita diuji dengan syahwat & hawa nafsu, periksalah sholat Kita.
    Qs. Maryam: 59
    ﻓَﺨَﻠَﻒَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻢْ ﺧَﻠْﻒٌ ﺃَﺿَﺎﻋُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻭَﺍﺗَّﺒَﻌُﻮﺍ ﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ۖ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﻠْﻘَﻮْﻥَ ﻏَﻴًّﺎ

    “Maka datang sesudah mereka suatu keturunan yg mereka telah melalaikan sholat & memperturutkan syahwat hawa nafsunya”  

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~

    ٢/ إذا أحسست بالقسوة وسوء الخلق والشقاء وعدم التوفيق

    فراجع علاقتك وبرك بأمك

  • Jika kita merasa keras hati, berperangai akhlak buruk, sial sengsara & tdk ada kemudahan,

    periksalah hubunganmu dng ibumu & baktimu kepadanya
    وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيا

    “& (Dia jadikan aku) berbakti kpd ibuku, & Dia tdk menjadikan aku seorang yg sombong lagi celaka” 

    (QS. Maryam: 32)

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~

    ٣/ إذا شعرت بالإكتئاب والضيق والضنك في العيش

    فراجع علاقتك بالقرآن

  • Jika kita merasa depresi, tertekan & kesempitan dlm hidup, periksalah interaksimu dng al-Qur’an.
    وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكا

    ”& barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku (al-Qur’an- berdzikir), maka sesungguhnya baginya penghidupan yg sempit” (QS. Thaha: 124)

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~

    ٤/ إذا أحسست بعدم الثبات على الحق والإضطراب

    فراجع تنفيذك وفعلك لما تسمعه من المواعظ

  • Jika kita merasa kurang tegar & teguh di atas kebenaran & gangguan kegelisahan,

    Maka periksalah bagaimana pelaksanaanmu thd nasehat & mauidzah yg engkau dengar.

    وَلَوْ أَنَّهُمْ فَعَلُواْ مَا يُوعَظُونَ بِهِ لَكَانَ خَيْراً لَّهُمْ وَأَشَدَّ تَثْبِيتاً 

    “Sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yg diberikan kpd mereka, tentulah hal yg demikian itu lebih baik bagi mereka & lebih meneguhkan (iman mereka)” (QS. anNisa: 66)

    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

    🌻•Mudah-mudahan Bermanfaat•🌻

  • Manfaatkan waktu

    Fokuslah pada satu bidang yang sama, lewati masa emas dan masa kering dalam satu team yang sama, bercanda dan berkelahi pada satu lingkungan yang sama. Jangan menjadi kutu lompat yang mencari kelepasan dahaga sesaat.

    Jangan bekerja untuk uang karena uang menguap dengan cepat. Bekerjalah untuk sesuatu yang lebih besar dari uang. Jangan percaya dengan kesuksesan sintetis, yang menjadi benalu pada pohon yang besar. Jadilah bagian dari ranting pohon kecil dan tumbuhlah bersama-sama.

    Jangan berhenti hanya karena kita belum melihat apapun. Ingatlah bahwa waktu adalah komoditas paling berharga. Ia adalah hakim yang adil.

     

    Anak-anak muda energik dalam team

    Boleh dibilang ini adalah anak-anak generasi kedua dalam sebuah perusahaan yang menjadi client kami yang berperan besar dalam melakukan pengembangan perusahaannya dengan berbagai inovasi teknologi. Demi kemajuan perusahaanya mereka secara team sangat kompak bahu membahu dalam membangun sistem. Semangatnya yang selalu nampak dalam setiap pertemuan membuat kami lebih bersemangat lagi dalam bekerja sama dengan mereka untuk menghasilkan karya terbaik.

    Anak-anak muda energik inilah yang punya peranan besar dalam memajukan perusahaan jika resource mereka dikelola dengan baik. Mereka biasanya lebih jujur dan transparan karena kerjanya selalu didasari dedikasi terhadap perusahaan dan selalu ingin memberikan yang terbaik buat perusahaanya. Selamat berkarya.

    Argo Jati, 09/09/2016

    Endi

    Belajar passion dari seorang Vale46

    Siapa yang tidak kenal jagoan balap Valentino Rosi yang sudah memenangi kejuaraan dunia sebanyak sembilan kali : satu kali di kelas 125cc, satu kali di kelas 250cc, dan tujuh kali di kelas motogp. Dalam usianya yang tidak muda lagi, 37 tahun, semangatnya begitu menggebu-gebu untuk tetap bersaing dengan para pembalap yang lebih muda.

    Hal yang sering tidak terduga adalah ketika para fansnya merasa geregetan karena diawal-awal lap posisinya sering tercecer dibelakang. Seperti saat tulisan ini di buat, race ke-11 dilangsungkan di sirkuit Brno Rep. Ceko, di awal lap tercecer hingga posisi 13. Tetapi di beberapa lap terakhir perlahan tapi pasti melewati satu persatu pembalap di depannya hingga posisi akhir berhasil merebut podium dua.

    Passion dari seorang vale tentang kerja keras, ulet, dan pantang menyerah perlu di contoh tentu tidak harus untuk balapan. Mungkin di bidang lain yang sesuai dengan kita, seperti passion untuk membuat perusahaan dengan menghasilkan kinerja terbaik yang dapat memberikan manfaat lebih banyak lagi.

    Tetaplah punya passion karena itu yang akan terus mendorong kita menjadi lebih baik lagi dan lebih baik lagi. Semangat ! 🙂

    Cirebon, 21/08/2016

    Endi